Wednesday, September 07, 2011

Bagaimanakah Ciri-ciri Mengenali Pria Gay?

Bagi kebanyakan orang, mengenali sesorang apakah gay atau bukan, akan sangat sulit.
Akan tetapi, bagi sebagian orang, akan sangat mudah mengenali seorang cowok yang ada di depan dia, memiliki orientasi seksual penyuka sejenis atau tidak melalui insting dan feeling yang kuat. Dan hampir pasti, insting dan feeling tersebut dikenal dengan gaydar (gay radar) dapat menebak seorang pria itu gay atau bukan.


Gaydar seseorang akan mudah dilatih dan diasah dengan semakin banyak bergaul di dalam komunitas gay. Umumnya seorang gay yang sudah malang melintang di dalam pergaulan sejenis, akan memiliki tingkat atau level gaydar yang kuat, sehing a dapat menebak dan menilai sesorang cowok yang baru ditemuinya gay atau bukan.

Untuk masyarakat umum atau gay pemula yang ingin mengetahui dan ingin mengasah ketrampilan mengenali seseorang itu gay atau bukan, dapat melihat ciri-ciri umum dan ciri-ciri khusus pria gay.

Adapun ciri-ciri umum para Gay adalah:

  • Berpenampilan rapi dan modis. Hampir sebagian besar pria penyuka sejenis, sangat memperhatikan dan menjaga penampilannya dengan serapi dan semodis mungkin. Bagi sebagian masyarakat mengira, pria gay akan berpenampilan seperti wanita, seperti cara berbaju atau warna pakaian, serta make up wajah. Justru hanya sedikit dari pria gay yang melakukan hal itu. Dalam kehidupan modern, mereka cenderung bangga berpenampilan seperti layaknya pria biasa namun cenderung lebih rapi dan teliti. Bisa jadi mereka berjas dan berdasi serta tampil dandy. Namun yang umum, mereka lebih memilih pakaian press-body atau ketat. Hal ini dilakukan agar lekuk indah tubuh dan ototnya menonjol dan dapat menarik perhatian pria gay lainnya. Karena bentuk body bagi seorang gay adalah nilai jual tersendiri.
  • Tatapan matanya tajam, dan sering tanpa sadar sering mengagumi pria. Tatapan mata pria gay sangat khas dan tajam. Cara paling mudah untuk mengenali pria gay atau bukan, adalah melalui tatapan mata ini. Matanya akan sangat tajam dan menusuk hingga ke dalam. Matanya bisa tiba-tiba memperhatikan pria lain meskipun ia sedang berbicara dengan orang lain. Jika ada pria yang menarik baginya, ia akan memperhatikan pria tersebut dengan seksama. Atau mungkin saja dia akan beusaha untuk tebar pesona sebisa mungkin. Berbeda dengan pria hetero, saat bertatapan mata, dia akan secepatnya membuang muka atau mengalihkan pandangan ke arah yang lain. Tetapi sebaliknya, jika pria gay, dia akan menatap tajam dan melekat. Bahkan jika orang yang ditatap membalas menatap, dia tidak akan membuang muka, tetapi terus menatap dan selanjutnya tersenyum. Dan inilah yang menjadi pintu untuk saling mengenal, karena akan secara tiba-tiba dia mendekat dan menyodorkan tangannya untuk berkenalan. Bahkan beberapa pria gay lainnya, pura-pura menyapa dan pura-pura sok akrab.
  • Pakaian yang digunakan biasanya agak berbeda dari yang lain, sehingga cenderung menarik perhatian banyak orang. Selain begitu memperhatikan penampilan yang rapi dan telita. Pria gay cenderug memilih baju atau pakaian dengan warna yang menarik dan terang serta mencolok. Seperti warna baju hijau muda, kuning terang, bahkan warna ungu dan pink tidak tabu. Beberapa diantaranya memakai baju dan celana yang “tabrakan” dan cenderung strong, atasan kuning, bawahan hijau. Namun, untuk warna putih dan hitam juga cukup digemari dan menjadi pilihan dominan. Celana putih, sepatu putih cukup banyak jadi pilihan cara berbaju pria gay.
  • Bawaan tidak banyak bicara (Kecenderungan pendiam) atau sebaliknya malah banyak bicara (cerewet). Kecenderungan ini juga tidak dapat digeneralisir. Sebagian dari mereka berlaku pendiam saat berada dalam lingkungan umum namun justru aktif dalam lingkungannya (sesama Gay). Bahkan termasuk jika dia dan kelompoknya berada di tempat umum sekalipun umumnya hal ini dilakukan oleh pria gay yang sudah open status. Mereka akan sangat banyak bicara dan cenderung bawel dan cerewet jika sedang ngobrol, baik dengan kelompoknya atau dengan orang sekelilingnya. Sedangkan untuk pria gay tertutup atau biseks, mereka leih banyak pendiam. Dimana kepribadiannya cenderung tertutup dan jika tidak tahu, orang akan keliru menafsirkan bahwa ia pria yang berwibawa.
  • Selalu memakai pengharum tubuh dengan bebauan yang sedikit berani. Hal ini dilakukan agar aroma tubuhnya dapat menarik sekelilingnya. Dan penggunaan parfum ini menyesuaikan dengan penampilan rapi dan modisnya. Namun, aroma yang dipilih umumnya aroma yang cukup kuat. Beberapa diantaranya bahkan menggunakan aroma parfum untuk wanita. Hal ini dilakukan sesuai kepribadian dia yang cenderung lebih feminin.
  • Bertindak kehati-hatian dalam segala hal pekerjaan yang sedang dia kerjakan. Karena sifat mereka yang terkadang cenderung perfeksionis dan teliti maka terkadang orang menilainya menjadi sangat hati-hati dan jarang mengambil keputusan beresiko. Dalam pekerjaan, dia akan teliti dan nampak rapi. Termasuk bagaimana mengatur ruangan dan meja kerja, akan sangat rapi dan bersih. Bahkan akan menempatkan benda-benda atau aksesoris tambahan, seperti bunga ataupun pernak-pernik lain.

Ada juga ciri-ciri khusus, yang berlaku diantara komunitas gay tertentu. Pada jaman dahulu, ketika era keterbukaan tidak seperti saat ini. Ciri-ciri khusus ini menjadi patokan dan menjadi penera bagi pria gay untuk saling mengenal dan dikenal oleh sejenisnya di tempat tempat umum.

Namun saat sekarang, ciri-ciri khusus ini sudah mulai ditinggalkan dan jarang dipakai oleh komunitas gay. terutama bagi mereka yang hidup di perkotaan, dengan tingkat jejaring social yang cukup luas. Akan tetapi di beberapa daerah yang masih terbilang terpencil dan jumlah komunitas gay-nya masih terbatas, ciri-ciri khusus ini kadang sering digunakan.
Ciri khusus tersebut antara lain:

  • Anting-anting di telinga kanan. Umumnya anting-anting di kalangan pecinta musik rock atau punkers adalah di telinga kiri. Namun pria gay, justru menindik telinga dan memakai anting-anting di telingan kanannya.
  • Cincin di jari keliningking kiri. Penggunaan cincin di jari kelingking ini masih banyak digunakan oleh pria gay sampai saat ini. Aksesoris di jari tangan ini, sengaja memilih jari kelingking, bukan di jari manis atau jari tengah seperti kebanyakan pria.
  • Saputangan di saku celana belakang. Penggunaan saputangan yang diselipkan dan menyembul di saku celana belakang, memiliki makna berbeda beda sesuai dengan warnanya. Seperti warna hijau untuk gay yang siap dianal, atau warna saputangan merah untuk gay yang top dan maunya menganal saja. Namun saat sekarang, penggunaan saputangan ini sudah jarang digunakan lagi.


Ciri-ciri ini hanya sebagian kecil saja, dan belumlah lengkap semuanya karena dari banyak pria Gay yang ada di beberapa daerah berbeda, mereka masing-masing cenderung masih mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga sulit untuk dispesifikasi secara umum.
Ciri-ciri yang disebutkan diatas juga tidak selalu berlaku demikian, karena ada yang memenuhi satu atau dua ciri ciri tersebut namun orientasi seksualnya heteroseks. Untuk itu perlu cermat dan pendalaman yang lebih, agar tidak salah orang.

disalin dari www.igama.or.id

1 comment:

Siska Putri said...

good deh